Thursday, September 26, 2013

Jejak peradaban kota yang telah tenggelam selama 1.200 tahun diungkap.

KOMPAS.com — Jejak peradaban kota yang telah tenggelam selama 1.200 tahun diungkap. Sejumlah peninggalan arkeologis mulai dari kapal, patung, hingga koin ditemukan.

Kota yang tenggelam tersebut bernama Heracleion. Kota itu merupakan salah satu pusat perdagangan di wilayah tengah Mediterania sebelum akhirnya tenggelam. Kota berada di wilayah Bay of Aboukir, Mesir.

Heracleion ditemukan pada tahun 2001. Penggalian yang dilakukan selama bertahun-tahun mengungkap kehidupan kota tersebut.

Bulan lalu, para arkeolog bertemu di Universitas Oxford untuk membicarakan berbagai macam penemuan terkait Heracleion. Bagi para ilmuwan, menemukan jejak peradaban Heracleion seperti menemukan peradaban Atlantis yang kini masih teori.

Sejumlah jejak peradaban yang telah ditemukan di antaranya 64 kapal tua yang terpendam di dalam lumpur. Selain itu, ditemukan pula koin emas dan pemberat perunggu, bukti adanya perdagangan.

Patung raksasa setinggi 4 meter juga ditemukan dan berhasil diangkat. Sementara ilmuwan juga berhasil menemukan patung-patung lain yang lebih kecil. Ada pula sejumlah prasasti dari masa Mesir dan Yunani Kuno.

 

Secrets of the sea: Three divers inspect the ancient colossal statue of Hapi, the god of the Nile, at the site of the sunken city of Heraclion

Patung dewa Hopi, dewa Sungai Nil

Ancient: A sphinx from Heracleion has been brought up from its resting place in the Bay of Aboukir

Spinx dari kota Heracleion

Arkeolog juga menemukan sarkofagus. Diduga, sarkofagus menyimpan sejumlah hewan yang telah dimumifikasi. 

"Situs ini terawetkan dengan sangat baik. Kami sekarang mulai melihat beberapa hal lain yang menarik di dalamnya untuk mencoba memahami kehidupan di kota tersebut," kata Damian Robinson, Direktur Oxford Center for Maritime Archaeology.

"Kami mendapatkan lebih banyak gambaran perdagangan di sana dan kondisi perekonomian maritim di akhir masa Mesir Kuno," ungkap Robinson seperti dikutip The Telegraph, Minggu (28/4/2013).

"Kami menemukan ratusan patung dewa dan kami berupaya menemukan tempat di mana kuil tempat patung dewa itu berada. Kapal yang ditemukan juga menarik karena nerupakan temuan dengan jumlah terbesar di satu tempat serta kami juga telah menemukan 700 jangkar," papar Robinson.

Jantung kota Heracleion adalah kuil Amun-Gereb. Dari pusat kota itu, ada banyak jalan yang menghubungkan beragam wilayah di kota.

Heracleion tenggelam di kedalaman 450 meter. Ilmuwan belum mengetahui dengan pasti mengapa kota tenggelam. Diduga, sedimen di kota itu tak stabil sehingga membuat tanah kota turun dan akhirnya tenggelam.

Heracleion ditemukan kembali oleh arkeolog Franck Goddio pada tahun 2001. Ia melakukan penelitian untuk mencari kapal perang Perancis yang tenggelam pada abad 18.

Goddio mengungkapkan, penemuan Heraclion dan peradabannya menandani pentingnya wilayah muara Sungai Nil pada peradaban masa lampau. Menurutnya, penggalian masih harus dilakukan. Bisa butuh 200 tahun untuk benar-benar mengungkap kehidupan kota itu.

 

 

French Marine archaeologist Frank Goddio explains text on the stele of HeracleionThe statue of the Goddess Isis sits on display on a barge in an Alexandria naval base June 7, 2001

Frank Goddio dan salah satu batu prasasti yang ditemukan di Heracleion (kiri). Patung Isis, dewi bangsa Mesir (kanan).


Sumber:

http://sains.kompas.com/read/2013/04/29/0916147/Jejak.Peradaban.Kota.yang.Tenggelam.1.200.Tahun.Terungkap%23

 


Ghazni, Jejak Peradaban Iran di Afghanistan

Ghazni, Jejak Peradaban Iran di Afghanistan

 

Ghazni atau sering disebut juga Ġaznīn, terletak di wilayah timur Afghanistan. Kota yang berada sekitar 135 kilometer dari Kabul, ibu kota Afghanistan itu dipilih sebagai Kota Kebudayaan Islam untuk kawasan Asia di tahun 2013. Pada pertemuan Organisasi Budaya Islam (ISESCO) yang didukung oleh 50 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ) di Tripoli, Libya, Ghazni ditetapkan sebagai Kota Kebudayaan Islam untuk kawasan Asia di tahun 2013.

 

Ghazni memiliki sejarah yang kaya dari segi budaya dan peradabannya. Selain kota ilmu pengetahuan, Ghazni juga pernah menjadi sebuah pusat perdagangan penting ke Asia Selatan selama periode Islam, dan mengalami masa keemasan yang cukup terkenal sebagai ibukota dinasti Ghaznavid.

 

Meskipun dinasti Ghaznavid merupakan orang Turki, namun dia menghadirkan para pemikir hingga penyair Iran di Ghazni yang merupakan pusat kekuasaannya. Di sekitar kota Ghaznin, terdapat makam para penyair dan ilmuwan Iran, seperti makam Abu Al-Rehan Muhammad bin Ahmad Al-Biruni (w. 1049 M / 440 H), seorang matematikawan dan astronom besar dan salah satu tokoh yang paling terkenal peradaban Islam.

 

Al-Biruni telah mendedikasikan karyanya "Al-Qanun al-Masoudi" untuk Sultan Mesud, putra Muhmud Ghazni, dan sebuah buku tentang batu permata ke Sultan Mawdud, putra Mesud. Ia juga menulis bukunya yang terkenal "Al-Athar Al-Baqiya Aani-Al-Qurun Khaliya."  Demikian pula, sejarawan Abu Al-Fadhl bin Muhammad Hussein Al-Baihaqi (w. 470 H) menulis sebuah buku dalam bahasa Persia, berjudul "Sejarah Al-Baihaqi," yang ia didedikasikan untuk Sultan Mesud dan ayahnya, Mahmud dari Ghazni.

 

Dahulu, Ghazni merupakan pusat kota Zabulistan dan kota-kota besar Khorasan di wilayah timur Iran. Ribuan sekolah berdiri dan para pemikir, sastrawan hingga penyair terkemuka berada di sana. Selain Biruni dan Baihaqi, ada Hakim Sinai, Unsuri, Manochehri, Masod Saad Salman dan berbagai tokoh lainnya.

 

Arthur Upham Pope (1881–1969), Iranolog dan sejarawan terkemuka mengatakan, "Capaian Iran-Islam di bidang seni dan budaya sangat besar dan melampaui batas geografis ketika ini. Contoh paling jelas berupa ikatan budaya  antaraIran dengan negara-negara Asia. Kawasan ini sejak dahulu kala memiliki ikatan budaya dan sejarah yang sangat erat. Pemahaman yang baik tentang ikatan erat di masa lalu ini akan membantu memberikan penjelasan mengenai kondisi kebudayaan di kawasan,".

 

Pope berkeyakinan bahwa kebudayaan Persia Islam melampaui wilayah geografis Iran saat ini dan menjangkau negara-negara tetangga Iran seperti Afghanistan. Salah satunya adalah seni dan budaya Iran di masjid-masjid kuno Afghanistan yang dibentuk berdasarkan prinsip arsitektur Iran-Islam. Kompleks madrasah Gauharshad di Herat dengan kubah, dinding bata dan keramik biru dan merah yang menawan memiliki kemiripan dengan masjid Gauharshad di Mashhad yang menunjukkan kehadiran budaya Iran di Afghanistan. Selain itu, karavansara di dekat Tashkurgan yang memiliki kemiripan dari sisi bentuknya dengan Karavansara Gaz di Iran. Bahkan para peneliti menyebutkan saking miripnya kedua Karavansara ini seolah-olah dirancang oleh seorang arsitek yang sama.

 

Kota Ghazni dikenal untuk arsitekturnya sebagai warisan bersejarah warisan kebudayaan Iran Islam di antaranya menara "An-Nasr" yang dibangun pada abad ke-12 (abad ke-6 AH), Makam Mahmud bin Sebuktegin Ghazni, dan masjid Mesud III dengan menara tua yang terkenal. Selain itu, dinding kuno Ghazni, dengan benteng bersejarahnya yang dibangun pada abad ke-13 M.

 

Reruntuhan kota kuno Ghazni di era Sultan Mahmud, masih berdiri di Ghazni hingga kini meskipun telah mengalami kerusakan. Satu-satunya reruntuhan di Ghazni kuno yang mempertahankan kemiripan bentuk arsitektur adalah dua menara, dengan tinggi sekitar 43 m (140 kaki) dan jarak 365 m (1.200 kaki). Menara itu dibangun di masa Mahmud Ghazni dan putranya. Selama lebih dari delapan abad monumen itu selamat dari perang dan invasi.

 

Dinasti Ghaznavid berupaya meneruskan jejak Samanid di bidang penyebaran ilmu pengetahuan dan budaya. Di era itu, para ilmuwan dan penyair terkemuka dari Iran berbondong-bondong datang ke Ghazni. Salah satu yang diundang ke Ghazni adalah penyair terbesar Persia, Hakim Abul Qasim Ferdowsi, dengan karya monumental "Shahnameh" (Epik para raja). Pada awalnya, Ferdowsi menghadiahkan buku itu kepada Mahmoud Ghaznavid. Namun karena tidak dihargai dengan layak akhirnya penyair terkemuka Persia itu membuat syair yang mengkritik penguasa Ghaznavid itu. Meskipun tidak mendapatkan penghargaan materi, tapi syair Ferdowsi hidup di tengah masyarakat dari dulu hingga kini.

 

Selain itu, terdapat deretan penyair Iran di era Ghaznavid seperti Farahi Sistani yang memuji penguasa. Nama lainnya, seperti Unsuri dan Kasai Mervazi yang membuat syair yang dihadiahkan bagi penguasa Ghaznavid.

 

Pernyataan Bombaci, profesor institut Oriental Universitas Nepal mengakhiri perjumpaan kita kali ini. Tentang seni dan warisan budaya Ghazni, Bombaci menuturkan, "Kemajuan seni di wilayah ini, meskipun di bawah kekuasaan dinasti Ghaznavid (abad 10-12 M), tapi memainkan peran dinanti Samanid dan sejumlah sumber lainnya yang mengabadikan warisan seni masa lalu. Tampaknya, kemajuan ini tidak terlalu berkaitan erat dengan seni pribumi di wilayah itu. Sejatinya hal ini membantu untuk menyiapkan menyebarkan sastra dan budaya Islam Iran di Asia dan Anak Benua India." (IRIB Indonesia)



Sumber:

http://indonesian.irib.ir/hidden-1/-/asset_publisher/m7UK/content/ghazni-jejak-peradaban-iran-di-afghanistan

Thursday, May 30, 2013

Gunung Argapura (3088m)

Gunung Argapura merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Argapura mempunyai ketinggian setinggi 3.088 meter. Gunung ini sering juga disebut dengan Argopuro.

Gunung Argapura merupakan bekas gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi.

Gunung ini termasuk bagian dari pegunungan Iyang yang terletak di kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Berada pada posisi di antara Gunung Semeru dan Gunung Raung. Ada beberapa puncak yang dimiliki oleh gunung ini. Puncak yang terkenal bernama Puncak Rengganis/gunung Welirang(topografichen Dienst 1928). Sedangkan puncak tertingginya berada pada jarak ± 200 m di arah selatan puncak Rengganis. Puncak tertinggi ini bernama Argapoera dan ditandai dengan sebuah tugu ketinggian (triangulasi).

Gunung Argapura mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Tuesday, May 28, 2013

Kepulauan Maladewa ( Maldive)

Adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari 1,192 pulau, sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh lautan yang hampir 100%. Maladewa sendiri menggantungkan perekonomian negaranya dari pariwisata dan hasil laut. titik tertinggi di wilayah Maladewa hanya 2,5 meter sehingga tak heran ketika bencana tsunami melanda samudra hindia pada 2004 lalu hampir 80% daratan maladewa tersapu air laut. namun begitu maladewa memiliki pantai-pantai yang cantik sehingga menjadi salah satu destinasi pariwisata paling terkenal di dunia.


Bora-bora Polinesia

Bora-bora adalah sebuah pulau vulkanik yang terletak di samudra pasifik, menjadi salah satu bagian kepulauan Polinesia namun masih dalam persemakmuran Prancis. Bora-bora berada pada sebuah laguna bekas letusan gunung berapi purba yang telah punah. sampai saat ini bekas gunung tersebut masih ada dengan titik tertingginya mencapai 727 meter diatas permukaan laut.

Machu Picchu - Peru


Bertempat di negara Peru, Machu Picchu adalah kota pra-Columbus yang dibangun oleh suku Inca pada masa abad ke 15 Masehi. Machu Picchu terletak diatas bukit lembah sungai Urubamba pada ketinggian 2.430 meter diatas permukaan laut, Kota yang hilang ini lalu ditemukan kembali dan dipugar pada tahun 1976 dan dibuka untuk umum pada tahun 1981

Lima Tempat Wisata Alam Terbaik Yang Dimiliki Indonesia

Indonesia menjadi salah satu destinasi negara yang menjadi dambaan setiap wisatawan. Indonesia memiliki wisata alam yang indahnya mendunia. Berikut ini Adalah lima tempat wisata alam terbaik Indonesia idaman para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia:

1. Taman Nasional Ujung Kulon

2. Puncak Gunung Rinjani, Lombok

3. Taman Nasional Wakatobi

4. Danau Kelimutu Flores, Nusa Tenggara Timur

5. Perairan Mansuar Raja Ampat, Papua Barat